Naskah Kultum Pilihan bagi Pelajar Tingkat MTs Bahagian I
Kultum 1: Merespon Diri dari Sisi-Sisi Negatif Perilaku Para Penguasa Dinasti Umayyah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah yang dirahmati Allah, sejarah mencatat bahwa Dinasti Umayyah memiliki banyak kontribusi dalam penyebaran Islam. Namun, kita juga menemukan sisi negatif dari beberapa penguasa yang cenderung zalim, boros, dan mengutamakan kekuasaan di atas kesejahteraan rakyat. Sebagai muslim, kita harus merespons hal ini dengan menjadikan sejarah sebagai pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Dari ayat ini, kita belajar pentingnya muhasabah diri agar tidak tergoda oleh kesalahan para pemimpin yang tidak amanah. Sebagai individu, kita bisa mengambil pelajaran dengan menanamkan sikap adil, jujur, dan peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita menjadi generasi yang lebih baik. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kultum 2: Menghargai Perjuangan dalam Menyiarkan Kebenaran dalam Aspek Humanis
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Jamaah yang dirahmati Allah, dalam menyiarkan kebenaran, Islam mengedepankan aspek humanis. Rasulullah ﷺ sendiri berdakwah dengan kelembutan dan kasih sayang. Saat beliau berdakwah di Thaif dan dilempari batu, beliau tidak membalas dengan kemarahan, melainkan berdoa agar penduduknya mendapat hidayah.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 125:
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik."
Di era modern, sikap humanis dalam menyebarkan kebenaran sangat penting. Kita bisa mencontoh para dai yang menyampaikan dakwah dengan kelembutan, bukan dengan kekerasan. Semoga kita bisa menjadi penyebar kebaikan dengan cara yang bijak dan sesuai dengan ajaran Islam. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kultum 3: Menghayati Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Nusantara
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Jamaah yang dirahmati Allah, Islam masuk ke Nusantara dengan pendekatan budaya. Banyak tradisi yang berkembang di masyarakat yang sejatinya memiliki nilai-nilai Islam, seperti gotong royong di Jawa, pepatah petitih dalam budaya Minang, serta sikap tolong-menolong dalam budaya Bugis dan Aceh.
Dalam Islam, kita diperintahkan untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain." (HR. Ahmad)
Oleh karena itu, kita harus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai yang baik dari budaya kita selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Semoga kita bisa menjadi muslim yang tetap mencintai budaya tanpa melupakan syariat. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kultum 4: Dampak Negatif Pergaulan Bebas bagi Pelajar Muslim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Jamaah sekalian, salah satu tantangan bagi pelajar muslim saat ini adalah pergaulan bebas yang membawa dampak negatif, seperti zina, narkoba, dan hilangnya akhlak mulia. Islam melarang mendekati zina sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isra’ ayat 32:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seseorang akan mengikuti agama sahabat dekatnya. Maka hendaklah kalian memperhatikan siapa yang kalian jadikan sahabat." (HR. Abu Dawud)
Maka, sebagai pelajar muslim, kita harus berhati-hati dalam memilih teman dan menjaga diri dari pergaulan bebas. Isilah waktu dengan hal-hal yang bermanfaat seperti menuntut ilmu, beribadah, dan berbakti kepada orang tua. Semoga kita semua dijauhkan dari keburukan dan selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar
Posting Komentar